Detail Cantuman Kembali
optimasi power stabilizer (PSS) pada generator multimesin untuk mengurangi osilasi menggunakan genetic algorithm (GA)
Pola perubahan beban yang begitu cepat dalam sebuah sistem interkoneksi menyebabkan osilasi pada tiap mesin yang terhubung pada sistem. Kontrol generator selalu berusaha mengurangi osilasi tersebut agar sistem berada pada kondisi stabil. PSS (Power System Stabilizer) merupakan salah satu kontroler tambahan pada generator untuk mengurangi osilasi yang terjadi. Namun, tuning pada konstanta PSS yang tidak tepat dapat menyebabkan kerja PSS tidak maksimal. Pada penelitian ini, tuning konstanta PSS dijadikan sebagai objective function untuk medapatkan nilai optimal dalam mengurangi osilasi. Dengan algoritma genetik (Genetic Algorithm) konstanta PSS dapat dioptimalkan untuk mendapatkan redaman yang maksimum. Simulasi dilakukan pada model generator multimesin. sehingga analisis PSS pada sistem dapat memberikan gambaran mengenai kestabilan dinamik pada sistem tersebut. Pada penelitian ini hasil dari mesin dengan penambahan piranti kontrol PSS dengan metode optimasi GA lebih baik dibandingkan dengan mesin tanpa piranti kontrol tambahan PSS, dimana pada mesin 1 dengan penambahan piranti kontrol PSS dengan metode GA untuk settling time selama 9,979 detik, dengan rise time selama 0,089 detik, dan peak time selama 5 detik, sedang kan untuk mesin 2 settling time selama 9,976 detik, dengan rise time selama 0,100 detik, dan peak time selama 5 detik. ketika terjadi gangguan sebesar 500MW pada detik ke 15 settling time mesin 1 dengan penambahan piranti kontrol PSS dengan metode optimasi GA selama 9,572 detik, dengan rise time selama 0,068 detik, dan peak time selama 5 detik, untuk settling time pada mesin 2 yaitu selama 9,678 detik, dengan rise time selama 0,135 detik, dan peak time selama 5 detik, drop frequency sebesar -0,024%. pada gangguan beban penuh settling time mesin 1 dengan penambahan piranti kontrol PSS dengan metode optimasi GA selama 10,384 detik, dengan rise time selama 0,079 detik, dan peak time selama 5 detik, untuk settling time pada mesin 2 yaitu selama 10,472 detik, dengan rise time selama 0,264 detik, dan peak time selama 5 detik, drop frequency sebesar -0,055%.
623.17.13 Jam o
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2017
Surabaya
xvi, 56 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







